Oktober 4, 2017

BizTalk: Siapa Bilang Anak Muda Tidak Boleh Berbisnis?

Halo Kawan Starlight! wah tahun 2017 tidak terasa sebentar lagi akan berakhir ya. Hayo coba cek apa saja resolusi tahun 2017 yang kawan-kawan buat di awal tahun, apa sudah tercapai? atau masih dalam tahap pencapaian? Bagi yang sudah, selamat ya! dan yang bagi masih berjuang, ayo semangat! kalo quote dari Minstar sih: Remember Why You Started.

Rubrik BizTalk #1 kali ini akan dimulai dengan topik anak muda yang berbinis. Ya, bisnis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang. Kawan-kawan sudah tentu tidak asing lagi dengan tren banyaknya entrepreneur muda bermunculan.

Yasa Singgih, pemilik Men’s Republic. (Sumber Foto)

Ada banyak wirausahawan yang tergolong berumur muda, seperti Yasa Paramita Singgih atau yang biasa dipanggil Yasa. Yasa adalah anak muda yang sukses berwirausaha dan mendapatkan penghargaan 30 Under 30 Asia sebagai  pemuda berpengaruh oleh majalah Forbes. Brand miliknya, Men’s Republic menjadi sebuah brand yang lahir dari seorang anak muda visioner dan inspirasi bagi banyak anak muda lainnya di Indonesia untuk memilih berbisnis di usia muda.

Di zaman milik millenials ini, anak muda tidak takut lagi memulai berbisnis di usianya yang masih muda. Mulai dari sekedar bisnis jasa desain karikatur, jual bouquet bunga, hingga menciptakan brand clothing miliknya sendiri. Usia tidak menjadi penghambat seseorang mendapatkan penghasilan lagi, berbeda dari budaya tahun 70-an dimana anak muda hanya fokus untuk belajar, belajar, dan belajar.

Kini persaingan bukan yang besar makan yang kecil, tapi yang cepat makan yang lambat.
-Presiden Joko Widodo

Jadi bersiaplah wahai pebisnis yang sudah ‘berumur’, jika anda tidak beradaptasi – atau setidaknya berkolaborasi dengan para anak muda ini, anda akan jauh tertinggal dibelakang. Sebagai perbandingan kecil, banyaknya fenomena pemilik kamera profesional DSLR pada tahun 2016-2017 menjadi fotografer agar mendapatkan penghasilan dari hobinya, walaupun tanpa kompetensi yang tinggi atau pendidikan mengenai fotografi sebelumnya. Cara pandang kaum millenials ini tergolong cukup mengejutkan bagi banyak korporasi besar (konvensional) di seluruh dunia.

Saat ini banyak media pembelajaran digital yang bisa kawan-kawan gunakan untuk belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan seluas-luasnya. Kini tergantung bagaimana para pemuda millenial ini memanfaatkan dan menggunakannya secara positif. Ada banyak perusahaan yang membuka kesempatan belajar dan berkembang bagi anak muda kreatif, memiliki ambisi, dan tingkat inovasi tinggi. Dan masih banyak peluang diluar sana yang belum digunakan secara optimal, sehingga menjadi sesuatu yang lebih menghasilkan.

Jadi, siapa bilang anak muda tidak boleh berbisnis?


Berlangganan Gratis Untuk Artikel Kami!

Please Post Your Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *